Mungkin, Aku Mriyang Karena

Posted: 12 January 2013 in Catatan Senja

Dua hari sudah, aku terkapar diatas lantai tak beranjang itu. Di kamar Usman, Kamar seribu kuman. Aha, aku tak sengaja menemukan samaran itu barusan. Kamar seribu kuman? Tak salah mungkin, karena di kamar inilah kuman-kuman bertebaran. Di gantungan baju-baju apek, dinding-dinding, langit-langit, lemari, rak-rak buku, kardus, lalu hinggap pula di tubuh para penghuni kamar Usman ini, Kamar seribu kuman. Hinggap di lipatan-lipatan kaki, jari-jari, bokong, ketiak, wajah, dan… Kemaluan sekalipun masih tembus rupanya jadi sarangnya beranak pinak. Ugh, Herannya aku masih saja bertahan di ruang penuh canda ini. Uniknya, terkadang canda itu terbagi bersama lalat-lalat dan nyamuk-nyamuk nakal yang berdansa cha-cha-cha.

Kembali ke Topik yang kali ini hendak aku tulis. Tentang alasan apa yang menyebabkan aku “meriyang”, atau Sakit demam.

Salah seorang kawanku bilang, biasanya orang sakit itu bukan karena apa-apa, cuma terkadang terlalu stress dan banyak pikiran yang selalu mengganggu ketenangan hidupnya.

Temanku mengatakan demikian di depanku kala sedikit menjenguk dan duduk lalu berbincang-bincang sejenak.
“oh, begitu to, kang”

Aku manggut-manggut setengah percaya. Aih, yang benar saja? Lalu aku sedikit lagi berfikir tentang statement itu. Ternyata, ada benarnya juga.

Memang, banyak sekali mungkin persepsi mengapa aku menjadi mriyang seperti ini. Aku hanya menaruh feeling dan sedikit anggapan. Mungkin seperti ini kalau tidak salah, karena aku sendirilah yang merasakannya sekarang

satu, aku terlalu capek dan kehilangan stamina. Segenap tenaga dan pikiranku aku kerahkan untuk gempur melawan UAS. Dan kau pasti tahu sistem macam apa yang aku gunakan saat itu. Sistem Kebut Semalam! Ah, dan ini sungguh ajaib. Aku merasa trik ini cukup darurat, tapi ternyata … Banyak juga segudang materi yang kala itu bisa masuk ke otakku, bahkan dengan mudahnya kucerna. Ya, satu malam. Dan ini sangat keren. Terlebih, aku cukup mengerti dengan beberapa karakter dosenku seperti apa. Terutama dalam penilaian dan pembuatan soal. Sebisa mungkin aku harus bisa menerka-nerka materi mana yang nanti keluar. Untung, dengan aku mengoleksi soal-soal awetan dari tahun lalu, itu sangat berguna! Dan soal-soalnya hampir 90% sama. Yah, tersenyumlah aku. Satu per satu malam, satu per satu mata ujian pun selesai.
Itu dia yang jadi masalah, mungkin aku terlalu belajar SKS ini hingga sampai memforsir tenagaku. Kadang, saat jarum jam sudah pukul 1 pagi pun, aku masih menghadap selembaran buku dan menghafalkan. Namanya anak Sosial, beda sama anak eksak. Sosial memang banyak menghafal materi dan penalaran.
Tapi aku percaya, semua lancar. Aku mungkin kurang istirahat saja.

Dan Allah memang Maha Adil. Tepat Hari kamis UAS selesai. Sorenya, aku sakit. Dan Allah memang memberi anugerah sakit ini di saat-saat yang tepat, di saat dimana aku sudah rampung ujian. Dan itu sungguh ajaib. Aku tetap bersyukur kepadaMu Ya Allah, aku sadar. Mungkin Engkau berniat untuk memberiku kesempatan untuk beristirahat sejenak.
Thanks, God.

Kedua, aku stress gara-gara SEF. Ya, UKM berbasis bahasa Inggris jebolan Unsoed itu. Aku hampir berkali-kali kena masalah karenanya. Dosaku banyak dengan para teman-teman satu angkatanku di organisasi hebat ini. Aku menyadari kesalahanku yang kadang berkhianat kepada mereka. Dan itu membuatku pusing! Hingga aku pun sampe malu sekali bertatapan dr mereka hanya gara-gara tak datang rapat. Padahal, SEF adalah prospek dan tujuanku dari awal. Aku hendak mengembangkan lagi bahasa Inggrisku. Daripada tak terpakai, nanti malah justru mubadzir. Hingga pada akhirnya, aku sadar. Dan aku kembali juga pada mereka. Aku mendapati diriku yang termotifasi untuk bangkit kembali.
Dan aku harus Siap dengan segala risiko yang akan terjadi. Aku harus pandai membagi waktu antara kuliah, ngaji, dan organisasi. Itu saja kuncinya. Komitmen tinggi.

Well, once more. Thanks god for this pain.

Comments
  1. Postingan tervulgar hahaha
    tanpa sensor tanpa tedeng aling2. mana KPI mana KPI?

    btw soal keamanan itu, coba kamu akrab sama si h****, dia tdk akan mbentak2 kamu lagi behahahaha

    • Berani tanpa tendensi. Sampean banget! (y)

      ah, itu perkara gampang. Dekat yo ora dekat-dekat nmen lah. .insiden gugah ben tangi kae juga paling hanya sementara jadi bara,.. Sebentar-sebentar kalau posisi lagi “kencot” en juga pasti bakal mampir ke kamarnya😀

  2. Menarik, menggelitik, dan selamat berbagi untai kata penuh makna atau bahkan tanpa makna di dunia maya. Salam hangat & jabat erat. Sasta UNSOED toh? Saya juga alumni UNSOED. FISIP Tahun masuk / angkatan 1999 (wis tua)

    • Wah, wah, kok bisa-bisanya bang sampean mampir baca “curcol” an saya di blog ini? Hahaha. Oke sip makasih. Hampir semua tulisan saya di wp Itu gak ada makna kok bang, ya isinya cuma bangkai-bangkai kata saja. Hehehe.

      Ouuw. .alumine unsoed? Sip sip. Salam kenal, pak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s