Di Tepi Kamar, di Lumut Kesunyian

Posted: 14 January 2013 in Puisi

Angin kembali menyela tirai
seripit lembutnya menggoyangkan dahan-dahan baju
yang berayun di langit-langit
Debu sedikit berombak, tapi tak terserak

Rasa-rasanya kekosongan ini begitu pilu
seperti digigit seekor musang busung lapar
sekejap, rasa kecil menyergap

Ha, ia tak menyangkal
Aku tengah di kamar
bersama sekuntum mawar
bersama seekor ikan cupang yang mati di genggaman
bersama nyamuk yang berdansa cha cha cha
bersama secarik kertas undangan di jendela

Kali ini, aku memeluk botol kenangan darimu

botol hijau bergambar dua burung kepodang
Lalu isinya kutelan kembali
sedang tak ada yang menyaksikan
aku mati!

Oh, tidak. Aku lupa mengunci pintu!

Purwokerto, Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s