Usia Yang Selalu Pagi

Posted: 15 January 2013 in Puisi
Tags:

Usia Yang Selalu Pagi

Ada sepasang kepodang bercinta
Di antara dahan pohon mangga
Pintu pagi membuka
Jendela hati menyapa

“Selamat Pagi, diri yang menghitung jemari
Dengan hitungan 45”
Maka mengacunglah telunjuk itu

Kepada langit
Kepada tanah
Kepada semesta
Kepada jiwa yang merayakan cinta

“Selamat hari, diri yang
Mengisi hati
Dengan fatihah 45”
Maka mengacunglah telunjuk itu

Ada sepasang kepodang bercinta
Diantara halaman cerita
Pintu pagi selalu membuka
Jendela hati senantiasa
Menyapa “Selamat pagi, Usia yang selalu pagi. . . ”

-Abdul Wachid B.S dalam kumpulan sajak 2011-2012 “KEPAYANG”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s