Lelaki Berselimut Senja

Posted: 16 January 2013 in Puisi
Tags: , , ,

sdad
Laki-laki itu, Bercengkrama diatas tapak-tapak mentari yang mulai berpendar merah merekah
Ia berjalan gontai kesana kemari
Seperti simfoni ayunan yang melambai-lambai
diantara relung-relung kegelapan yang mulai berpapasan

Hendak kemana ia gerangan, laki-laki berselimut senja?
Hendak apa ia gerangan, laki-laki berselimut senja?

Langkahnya kembali keranjingan
Sesaat sejenak setelah ia mereguk kenangan
yang tergores dari korek api di tangan

Tidak, mengapa ia duduk di bawah pohon kelapa tua tak bertuan itu?
Tangannya ia kepalkan
namun sejenak lapuk ia sandarkan diatas dahinya yang keriput
hingga rumput-rumput yang menari-nari mesra, dan angin-angin pun sempat menyapanya
sia-sia, ia abaikan begitu saja

Tiba-tiba ia bangkit
ia putuskan untuk menghilang
ia terbang diantara senja yang bersiut kelabu
bersama ribuan kelelawar yang berkerubut riuh
Bersetubuhlah laki-laki itu
Mentari itu
Pohon kelapa itu
Rumput-rumput itu
Angin itu
dan
kelewar tadi
besama senja hari ini

Pekalongan, Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s