Ciyusss Loe Aktifis?

Posted: 17 January 2013 in Catatan Senja

Hari Libur semester pertama ini memang sejak 10 Januari lalu diumumkan. Salah, maksudku bukan diumumkan, karena aku bukan anak SMA lagi yang ketika ada pengumuman dari pak guru tentang hari libur lalu berteriak-teriak sorak sorai. Ini bukan jamannya lagi seperti itu. Aku sudah jadi anak kuliahan dalam kurun 6 bulan ini. Tak terasa, atmosfer kaget yang bercampur heran berdecak begitu saja. Padahal aku masih berperasaan aku berangkat hari pertama masuk kuliah, hari pertama jadi Mahasiswa, well sekarang sudah UAS, dan sudah libur panjang pula. Ah, memang beginilah mahasiswa baru, mungkin aku terlalu banyak santai atau kurang trengginas, lalu waktu bergulir meninggalkan kenangan begitu saja. Tapi aku yakin kok, sangat yakin. waktu yang kubuang disini tak sia-sia. Karena hampir tiap pagi bada subuh aku mendengarkan ceramah abah kyai, setiap sore ngaji walau sering tak masuk gara-gara kecapekan pulang kuliah (alasan klasik), lalu disambung dengan bada magrib hafalan juz Amma bersama para santri-santri lain, ini sebuah aktivitas yang sudah menjadi kawan dekatku sehari-hari. Belum lagi mencuci sendiri, masak, baca-baca buku, nulis, atau kadang-kadang aku tak malu-malu mengorkan hobbiku mendengarkan musik. Karena ini sudah menjadi bagian hidupku.
Tidak, aku rasa hidup di pesantren tidak ada yang sia-sia. Karena aku yakin, setiap derap langkah kakiku ke masjid, setiap komat-kamit mulut yg sibuk menghafal juz amma, setiap huruf demi huruf alquran yang kami baca, setiap wejangan manis yang abah berikan setiap sehabis subuh dan senja, itu semua pasti akan diganjar oleh gusti Allah kang Moho Murah.
Coba saja kalau aku jadi anak kost-kost an, orang rusak sepertiku ini pasti bakal semakin edan kalau hidup di kos-kosan.

Lalu, kembali ke topik yang hendak kubahas kali ini.
Tentang organisasi kampus, tentang aktifis, dan tentang UKM.
Ya, barangkali kau perlu sedikit mengerti. Terserah orang mau menanggap aku sok aktif, sok sibuk lah, atau gimana, intinya aku merasa aku bakal jadi orang yang sibuk benar.
Barangkali mereka, kawan satu kamarku itu agak sedikit tersedak kala mendengar jawaban ketika aku ditanya:
“habis dari mana kau?”
“meeting!” jawabku tegas.
Entah percaya atau tidak. Tapi memang beginilah kenyataan yang kuhadapi. Meski Aku sendiri belum menemukan jati diriku yang sebenarnya, paling tidak aku akan memegang konsistensi dan konsekuen atau komitmen yang kujanjikan kepada mereka, SEF.

Ya, SEF. Student English Forum. Sudah satu minggu ini aku dilantik jadi pengurus baru pasca Inauguration. Waktu itu, aku bela-belain ikut meskipun dalam situasi kurang sehat. Buat kalian yang mahasiswa Unsoed, pasti tahu lah seperti apa Student Englis h forum itu. Sebuah UKM berbasis bahasa inggris yang banyak berkecimpung dalam segala bidang. Dan kalau kau mahasiwa unsoed, pasti tahu juga kesibukan seperti apa yang ada dalam UKM berdasi ini.
Banyak meeting, kalau meeting sampai larut malam, dibutuhkan time management yang kuat, dibutuhkan komit dan profesionalisme yang tinggi. Ya ini bukan organisasi sembarangan.
Untuk itulah, kali ini aku resmi jadi First Lifting (Organizer angkatan pertama) bersama 17 kawan-kawanku lainnya, secara otomatis, aku punya keluarga baru disini. Keluarga yang mempunyai satu tujuan dan visi.

Tak disangka memang, makhluk pemalas sepertiku hidup di SEF, jadi pengurusnya pula! Wah, hebat. Dan kau tahu? Sepanjang sejarah, aku adalah satu-satunya mahasiswa jurusan Sastra INDONESIA yang tiba-tiba nimbrung dalam kepengurusan SEF yang notabene dikuasai mereka-mereka anak-anak sastra Inggris.
Ini sangat bertentangan! Indonesia >< Inggris? Ha, dan kau tahu aku masuk jadi departemen apa? EDUCATION DEPARTMEN!

O.m.g. Kukatakan dengan heran, ini gila! Sungguh gila!
Bagaimana mungkin aku yang bodoh bahasa inggrisnya ini masuk dalam departemen edukasi yang pastinya akan jadi seorang guru les?
Guru les? Serius loe?
Entahlah, nyatanya memang aku dituntut untuk bisa jadi instructor.
Tapi tunggu dulu, paling tidak aku perlu usaha dulu.
Tidak harus jadi guru les juga, intinya ini semua adalah proses belajarku agar mempunyai skill organisasi yang baik. Karena aku rasa disinilah wadah yang tepat.

Aku tahu, jadi organizer di SEF itu tidak enak-enak saja. Memang bisa dikatakan sibuk minta ampun. Jadi organizer di SEF, aku harus siap sibuk. Membagi waktu pondok, kuliah, dan organisasi. Time management! Itu yang perlu aku matangkan.

Aku mengerti suatu saat, yang dibutuhkan semuanya nanti adalah outputnya. Semua pasti akan mendatangkan manfaat besar ketika aku mulai mengerti bagaimana berorganisasi yang baik itu seperti apa. Soal pondok, aku sebenarnya juga jadi pengurus, Department PnK namanya yang mengurusi penalaran dan keilmuan. SEF dan PNK, bagaimana kalau dua-duanya itu aku pegang? Bukankah satu sama lain saling berkaitan?
Tentang SEF dan segala hal-hal luar biasanya, akan kubahas di bangkai sampai catatanku selanjutnya.

Intinya, niatku, aku hanya ingin bisa berorganisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s