Yang Hilang, Biarlah Hilang

Posted: 3 February 2013 in Catatan Senja

Jujur, Aku teramat kelu membagi kisah ini pada orang-orang di sekelilingku. Tak sampai hati berkata-kata sampai menitikkan air mata, kala kubercerita di hadapan mereka. Bukan, tidak sampai menitikkan air mata, maksudku mungkin akan terlihat cukup dengan raut teduh sebagaimana mendung di senja ini. Dengan tingkah seperti itu, terlukiskan sudah segala kesedihan yang terjadi padaku.
Aku tahu, andai saja, aku bisa menebak ini, ketika aku selesai menceritakan hal ini pada mereka, mereka pasti dengan raut wajah yang tak kalah sendu berkata pula padaku,
“Tetap tabah ya, anggap saja ini ujian Tuhan supaya kamu tetap bisa mensyukuri nikmat hidup. Sudah, relakan saja, teman.”
kalimat itu masih terdengar begitu indah untuk telingaku. Lalu bagaimana dengan yang ini,
“Goblog! Makanya lain kali yang teliti! Ah, dari dulu kau belum juga berubah! Sikapmu Masih saja kekanak-kanakan. Sudah rasakan sendiri akibatnya!”

pahit. Lalu, lebih baik aku melukis senja diatas Blog WordPressku saja. Toh, peranban satu ini akan dengan sangat welcome menerima dan mau mendengarkan ceritaku dengan senang hati.

And, then.. The story begin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s