Posted: 6 February 2013 in Catatan Senja

Aku hendak tidur malam ini. Belum begitu kantuk memang, tapi ada ada saja perasaan yang menggantung di rinai kepala, menyebar hingga ke langit-langit kamar, kasur empuk, dinding, bahkan seisi kamar yang detik ini masih berpenghunikan aku seorang diri. hari ini ada ada saja sesuatu hal yang memang masih menyumbat kerangka otakku. Ingin sekali memuntahkan segala gundah malam ini. Seperti hari kemarin, seperti biasa dan memang sudah menjadi kebiasaaan, lagi-lagi menulis adalah jalan tepat untuk melampiaskan segalanya. Tak peduli mereka yang membacanya akan dapat apa. Bagiku ini adalah prestise seorang diri. Hal yang bagiku sendiri bisa memuaskan!

***

malam ini aku masih terngiang2 akan peristiwa 30 Januari di malam hari, kejadian sial yang cukup membuatku menggigil dan khawatir luar biasa. Kehilangan dompet. Ini adalah satu-satunya peristiwa sial yang baru pertama kali menimpa padaku.
Waktu kecil aku sangat tak biasa/tidak pernah tahu apa yang namanya dompet. Jangankan hal-hal besar macam Ktp, ATM atau uang jutaan yang terselip didalamnya, punya saja tidak. Apalagi memegangoya.
Rencana hari Senin kemarin aku hendak ke kantor pusat ATM, namun karena aku ketiduran dan posisi memang lagi malas badai, Aku tunda rencana itu.
Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s