Bocah Malam

Posted: 10 February 2013 in Puisi

Yang kulihat, kau masih memeluk malam
menggamit bubui bulan yang terpancar tajam
Lalu, bantal diatas kasur kau tikam
Dengan jarum-jarum bintang malam

Yang kulihat, matamu pahit untuk terpejam
di Sepertiga malam
Risik jangkrik belum terbenam
Nyamuk berdansa Cha cha
setelah sesaat mendarat di kulitmu yang hitam

Lalu, seekor coro
Datang dengan muka mplongo
melihatmu memeluk malam
melihat mata purnama mu

Yang kutahu
Kau itu
Sesatu makhluk aneh
Yang berani melipat malam
begitu saja
Sebelum fajar menggelar sinarnya
bersama angin yang terkulai
Menggoyangkan ketiak kamarmu
Sedetik berlalu
Seekor cicak keranjingan
“Hap!”

Pekalongan, Sajak Amburadul Februari 2013
* di Kamar Kemalasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s