Karena Malam Tak Pernah Tidur

Posted: 10 February 2013 in Puisi

Seperti malam-malam yang sudah terbenam
Malam di matamu tak pernah terjamah
Malam di lukisan wajahmu
pun tak seorangpun tahu

Aku sendiri masih tergolek
bersama abu-abu senja yang tadi meninggalkanku
Menatapmu dari kejauhan
Melewati bayang-bayang jingga

Lalu kau asyik dengan caramu sendiri
Terkekeh, Kau sendiri bilang “Tuhan Maha Asyik!”

Lalu kau sendiri berkata
Padaku
Kalau kau ingin sekali memeluk angin
membagi pecahan asa yang dulu bernaung di perahu cita-citamu

Hingga senja berganti malam
Sementara aku masih menatapmu dalam kelam
Kedipan matamu tumpah seketika
melewati ujung-ujung retina
Tak membekas

Mengapa kau begitu akrab dengan senja?
Belum juga kau lelah bermain bersama malam?
Kau masih terkekeh
“Tuhan Maha Asyik!”

Tak sempat kembali
kau melipat senja
atau melipat malam
matamu terus saja mengayun
hingga satu, dua, tiga
Lalu kau masih terkekeh
“Karena malam tak pernah tidur”

Pekalongan, Sajak Amburadul 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s