I Almost Die

Posted: 17 February 2013 in Catatan Senja

857752_616162041734452_365059325_o

Saya itu bukanlah tipikal petualang sejati, bukan pula seorang penjelajah dunia yang mengerti kompas-kompas atau mata angin kehidupan. Ya itulah saya. Kalau bidang perjalanan dan petualangan, memang maaf-maaf. Jujur, saya nggak profesional!

Tapi satu hal, meskipun bisa dibilang nggak professional, kegiatan perjalanan/travelling memang suatu hal yang menyenangkan bagi saya, meskipun belum bisa dikatakan hobby sepenuhnya (karena minimnya transportasi yg dimiliki), tapi travelling bagiku sendiri mempunyai kesan hebat tersendiri dalam sejarah hidup. Hingga akhirnya, sampailah pada petualangan-petualangan hidup gila yang dirasa WOW uuntuk diceritakan.

Entah, kalau bicara soal petualangan gila dan tergila sepanjang sejarah, aku sendiri bingung petualangan yg hendak kuceritkan ini petualangan gila ke-berapa. Karena, aku sendiri sudah begitu sering merasakan banyak petualangan gila dan tergila dalam hidup. Apakah ini juga yg tergila? Entahlah.

***

Sabtu lalu, kurang lebih 18 organizers SEF (Student English Forum: Nama sebuah UKM di UNSOED yang saya geluti dg basis Bahasa Inggris) mengadakan occasion KKN Trip ke Kebumen. Saya ikut. Acara ini kami ramaikan setelah kami melaksanakan program “Finding Treasure” (pencarian harta karun) di ajang Pre-Organizer Training yang dipandu oleh para Consultative Board (CB) atau sebutan bagi senior-senior yang telah rampung melaksanakan tugasnya sebagai SEFer, lulus dari SEF, tapi belum lulus dari UNSOED. Setelah kami mengobrak abrik seluruh ruangan SEF, akhirnya kami menemukan harta karun itu. Secarik kertas berisikan petunjuk untuk job task Pre-OT pertama. Wawancara.

Kemudian, sekitar pukul 11an, Semua organizer berkumpul. Kali ini kami memang berencana menjenguk salah satu senior kami, kak Nizar, yg tengah KKN di Kebumen. Terasa pula jadi sense seorang SEFer, kekeluargaan memang terjalin begitu dekat dan akrab. Yah, itulah salah satu hebatnya SEF, sesuai dengan slogan lagu kami,
“and the last be brother forever….”

keren. Padahal, aku hendak mengurungkan niat untuk ikut KKN Trip itu. Nggak ada motor soalnya. Tapi ada-ada saja, Mbak Key itu terus memaksa-maksa saya untuk ikut.
“nggak apa-apa, fan. Yg penting kamu ikut aja. Masalah motor mah gampang. Ayo buruan! Ditunggu yaa.,”

begitu bujuknya di sms. Setelah finding treasure, tadinya aku pulang duluan ke pondok. Soalnya ada undangan rapat membahas agenda Khataman yg di pelopori kang Agus. Heran saja, aku yg tolol ini kebagian panitia acara. Tak apalah. Walau aku yakin pasti di dua sisi antara kesibukan di SEF dan panitia Khataman pasti berbenturan. Aku yakin itu. Tapi tak apa bismillah saja.

Lanjut. Aku pamit meninggalkan rapat. Aku ke HOS dengan sepeda milik Mudrik, lumayan lah si gondrong ini nggak ribet orangnya. Sesampainya disana, ternyata sudah banyak yg ngumpul. Langsung pembagian kendaraan.
Rencana awal, aku memang berniat mbonceng si Bahar, temanku dari ekonomi yang kebetulan rumahnya Pabuaran juga. Si jangkung berkulit gelap ini memang sudah sering mengantar jemput aku ke pondok. Ha, all SEFers is very kind!
Ternyata tak sesuai harapan. Ibu Presiden, Kak Titis memberi arahan katanya harus berdamping2n cewek cowok. Dan cowok harus menjadi drivernya.

Hmm,damn! Jumlah yg datang ganjil! Itu artinya salah satu dari kami harus ada yang mengendarai sendirian. Well well well… Bahar with Epri, Ira with Ms Anang, Kak Uni with kak Disty, sang ibu presiden bareng kak Adit. Miss key with mister Andy. Miss Kiki with Dendi. Well… Gua sama siapa? Sendirian. Well well, Pada endingnya akulah yg terpilih jadi single driver. Nggak jadi mboncengin ibu presiden, It’s oke. Yang penting bisa ikut meski dalam hati khawatir takut kenapa-kenapa di perjalanan.

Semua pasukan siap. Sebelum berangkat, kami semua berdoa terlebih dulu menurut kepercayaan kami masing-masing.
“Ya Allah, semoga lancar di perjalanan Ya Allah. Tunjukkan Hamba jalan kala hamba tersesat. Amien.

Kami berangkat ramai-ramai. Posisi kala itu aku dilanda bingung. Bingung karena aku tak memegang sepeser pun uang kecuali hanya 6ribu. Untuk bensin dan makan, cukup? Tuhan, aku mulai galau.
Tiba-tiba saja mbak Titis, ibu presiden SEF mendekatiku dan menyodorkanku uang 14rb untuk isi bensin. Wah, untung. Dapet pinjaman motor, dapet uang bensin nya pula. Hadehh..
Baik sekali.
Sebenarnya, hari itu adalah dimana aku posisi sedang krisis-krisisoya. Uang di dompet seluruhnya sudah aku bayarkan ke bendahara pondok untuk syahriyah. Aku nekat saja kubayarkan semuanya karena aku masih mengandalkan sisa uang di ATMku. 1jutaan. Lumayan. Kemarin alhamdulillah sudah kubuatkan lagi PIN baru.
Tapi sial malang kepalang. Masuk ATM, insert Card. Yang muncul di layar malah membuatku pingsan di tempat.

“MAAF, Kartu Anda tidak dapat digunakan. Hubungi Call Center”

nasib nasib…😦 pulang dengan tangan kosong. Oke, jalan mungkin keluarnya adalah pinjam dulu.

***
Aku pinjam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s