Menatap Hujan itu, Aku …

Posted: 18 February 2013 in Puisi

hujan

Hujan senja kembali membelah sejarah
bersama rinai yang tumpah
lurus patah-patah
di kediaman hati yang menyerah

baiklah.
Kali ini barangkali aku tak salah
mengundang hujan yg dengan ramah
untuk kuteteskan bulir anugerah
pada engkau, bocah

Cukup sudah rasanya
aku berjumpa
pada hujan senja
yang rintiknya
tak ubahnya seperti tetes air mata
yang telanjang hilang
menusuk jari jemari hati
yang masih terkikis api

Menatap Hujan itu, Aku …
Seperti menatap sendiri rinai hatiku
Yang tadi pagi tumpah
dikenang sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s