All Too Bad, All Too Well

Posted: 19 February 2013 in Catatan Senja

Mungkin wajar kali ya hujan mengguyur tanah jagad Pabuaran seharian
Mungkin tak jadi soal kali ya kegalauan yang kamu rasakan sekarang cukup terlalu mengguyur dadamu lantas sesak terberontak.
Bait puisi belum juga cukup menopang becau becau berat yang kamu pegang. Seperti nya cukup pula rapuh seperti ranting basah yang tersapu debur ombak.

Terkadang, aku sendiri merasakan hal. Terkadang, hati mu seperti batu karang yang kuat diterpa debur ombak. Atau, jiwa mu kadang juga seperti perahu kertas. Yang ringkih, terombang-ambing termakan ombak lautan yang menggenangi bayang-bayang senja.
Aduh, betapa sedih kala melihatmu melangkah tertatih-tatih
dipaksa dirimu memecahkan karang
jari mu terkepal, lemah
terseok di balik lembah kesunyian.

Namun, siapa sangka. Orang disekelilngmu berkomentar pada akhir yang terjawab.
Kamu hebat!
Walau kamu malu sendiri dengan derap sepatu pantofelmu yang nadanya berkibar-kibar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s