Yang Pertama Lancar, Pak!

Posted: 22 February 2013 in Catatan Senja

Menonton film itu dimana-mana memang mengasyikkan. Apalagi dalam sebuah ruangan besar, Bersama teman-teman, disuguh camilan kacang atau apapun sebagai obat kerenyahan sebuah film, itu pasti tak kalah menyenangkan.

***

Mungkin, malam ini aku, beserta jajaran Koordinator atau staff Departmen Pengembangan dan Penalaran (PnK) Al Amien, Kang Yusuf sebagai koordinator, beserta aku, kang salaf, kang udin, mbak Malicha, Sevy atau miss Annisa tak ada salahnya sejenak mengelus dada karena lega.
Lega karena proker pertama tapi bukan yang paling utama, berhasil terlaksana malam ini. Ya, memang ini bukan proker utama dan bukan pula proker yang menjadi simbol sebuah departmen kami, tapi aneh saja, malah justru proker inilah yang berhasil terlaksana malam ini . Meskipun hanya sebagai hiburan saja. Tapi, secara tersirat hiburan yang kami suguhkan dapat memberikan kesan ilmu dan pengetahuan, karena sesuai prinsip dari departmen kami yakni memberikan hal-hal yang bernuansa keilmuan.
Proker yang kami maksude itu adalah acara Nonton Film bareng, kami menyebutnya Bioskop Al Amien atau Layar Tancep Al amien. Sedikit aneh memang. Tapi begitulah kami menyebut acara itu.

Sukses. Acara ini diikuti semua santri putra putri dalam sebuah auditorium. Meski sebagian santri ada yang pulang, toh itu tak jadi soal karena animo santri yang lain pun terlihat antusias. Film yang diputar dalam acara tersebut memang bukan film pasaran, bukan film hollywood ato bollywood, Karena posisi kami berada di pesantren, tema yang mengusung dalam sebuah film yang akan kami putar pun tentulah berlatar islami atau religi. Awalnya, kami menawarkan 2 opsi film
pertama, Habibie & Ainun
Kedua, Karbala. Sebuah film tentang terpuruknya islam pada masa-masa mencekam perang di padang Karbala.
Kalau acara voting, aku yakin. Habibie Ainun bakal nomer satu. Namun, karena mas Eko tadi sewaktu di masjid sudah menyinggung banyak soal duka di padang Karbala, sehingga membuat mas yusuf menunda acara voting-votingan. Begitu seluruh santri masuk audit, lampu dimatikan dan suasana gelap, lalu tanpa banyak pikir diputarlah film “Karbala” sebagai film yang kami putar.

Secara umum, film ini bercerita tentang keterpurukan umat muslim karena meninggalnya Al Husain, Cucu rasul yang mati dibunuh kaum munafik. Tak hanya dibunuh dalam padang Karbala, namun kepalanya juga dipenggal dan dikibar-kibarkan diatas tombak. Berlatar padang pasir, dimainkan oleh aktor-aktor berhidung mancung. Sudah pasti nuansa Islami akan sangat begitu kena dalam film ini. Belum lagi, bahasa Arab yang mereka gunakan dalam percakapan juga begitu enak didengar, sehinga karakter tokoh dan cerita sejarah kebudayan islam ini menjadi semakin apik.
Namun, ada beberapa titik minus dalam film yang berdurasi 2 Jam itu. Konsep film itu dari menit awal sampai akhir hanyalah berisi tentang kesedihan, kepedihan, dan kesan sad story yang tiada henti. Tentang Al Husain yang meninggal lalu kepalanya dilibas-libaskan keudara diatas tombak, tentang Ruqoyyah si gadis kecil yang terus menangis melihat nasib ayahnya, tentang kebengisan khalifah yazid, atau tentang betapa piciknya kaum munafik yang hanya mengucapkan syahdat di lisan tapi diam-diam menusuk islam dari belakang!

Dan memang, aku bisa melihat raut wajah mereka para santri, yg disini posisi mereka adalah sebagai penonton. Meski sebagian ada yang kulihat tampak ngantuk-ngantuk, tapi juga tak sedikit yang ikut terbawa arus film itu. Miris memang melihat aksi perang-perangan, potong-potongan, atau penggal-penggalan. Tapi justru itu yang paling menarik dan membawa kesan tersendiri bagi si penonton.
Termasuk aku, ikut sedih? Itu pasti. Bagaimana tidak? Keluarga rasul (ahlul bait) menjadi bulan-bulanan di tangan orang-orang munafik. Satu per satu mereka sakit lalu meninggal. Duh, Sesungguhnya hamba milik Allah dan padaNya lah hamba kembali.

Intinya aku tahu pesan dari sebuah film. Meski belum memetik secara keseluruhan.

Well, ternyata proker nonton film bareng menjadi sejarah program kerja PnK yang sukses pertamakali. Next, Khitobah, Mading, Seminar, Arabic&english Club, and. . Lain lain. Segera menyusul!
Sukses selalu atau PnK.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s