Di Pangkal Pagi

Posted: 23 February 2013 in Puisi

ibu-anak-siluet

Manis kuncup tulip kureguk
kutorehkan bersama embun yang meretas cinta
memberi gairah kepada mawar
meniupkan ranum kamboja
yang terlalu dekat untuk kurangkai

Kau begitu mesra mendekap pagi
igau itu gundah sendiri
lalu menepi
pada sayap-sayap burung gereja

Dan rumput yang melambai
pada seorang nenek tua
di beranda rumahku
menyapu goresan malam yang berceceran

“Aku seorang senja dalam pagi”
Waktu tak pernah hilang
walau Sesaat hanya menjadi fatamorgana
yang meliuk kelopak kejora

“Assalam…”
sapa nenek tua pada pagi yang berseteru dengan rindu

Purwokerto, Februari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s