Sendhiko Dawuh, Abah

Posted: 23 February 2013 in Catatan Senja

Ada intruksi lagi yang turun langsung dari beliau, Abah kami. Abah yang selalu menemani kami lima waktu dalam sehari itu, memerintahkan kami putra putri Al Amien untuk menulis Surat Yasin, Surat Ar Rohman, Surat As Sajdah, lalu terakhir yang cukup membuat tulang belakang bungkuk adalah, menulis nadhzam kitab Ta’lim Muta’alim.

Instruksi secara langsung ini disampaikan Abah seminggu yang lalu. Tepatnya ketika kami mengaji di masjid Baitul Muttaqien, masjid pijakan kami sehari-hari.

“Santri Al Amien harus bisa menulis! Masa BTA nggak lulus lagi gara-gara kalian belum juga pintar imla’! Semua harus menulis buat yang pengen lulus ! ”

begitu ucap beliau lantang, dengan ratu pasuryan yang kecewa.
Ah, lagi-lagi masalah ujian BTA yang menjadi gandrung gandrungnya santri Al Amien yang ngampus di STAIN.

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s