Kepada Puisi

Posted: 26 February 2013 in Puisi

Kenapa aku masih belum jua jengah?
Untuk berbicara pada puisi
Untuk berbagi pada bait
Untuk merengkuh rinai hujan yang tak jarang membuatku bisu berkata-kata

Tentang aku
Tentang kamu
atau mungkin tentang dia dan mereka yang masih terlalu sibuk bergulat senja

Pendar bunga tak tampak lagi meluruhkan aroma rima
menjadikan cermin hidup yang tra la la la

Karena puisi,
Aku bisa memelukmu pagi
Karena puisi,
Aku dapat bergulat dengan diri sendiri
saat melukiskan noda-noda tubuh sendiri yang,
rapuh

Karena puisi,
aku bisa mencium hangat cinta
mendeskripsikannya meski tak seindah pilar-pilar para penyair

Kepada puisi, yang meluruhkan aku untuk jatuh cinta pada angin
Kepada puisi, yang pernah mengenalkan aku betapa pagi itu indah
kepada puisi, yang mengajariku sepenuh hati untuK
bertemu igau di ilalang senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s