On the Third Floor

Posted: 27 February 2013 in Puisi

Di lantai tiga ini,
Aku masih bergumul bersama angin-angin senja
yang gemulai memeluk tubuhku
yang tiba-tiba merasuk ke sirius hati,
memburu lentera senja dalam gerimis

sementara aku masih mengingat-ingat
seseorang yang pernah berlabuh
dalam segitiga biru itu
dalam dunia yang melambung dalam lingkaran putih itu
atau, tentang kisah yang pernah terajut dalam sebuah gubug sejuta cerita itu

Lalu memang iya,
aku takut dan aku akut

kenyataan bergumam,
“hidup harus pandai memilih. Karena mereka bilang, hidup adalah pilihan!”

Angin bergumam dan Berkata lagi,
“aku memilih ini untuk hidup. Mengapa kamu memilih dua-duanya yang sanggup,
membuat rambutmu ditelan senja!”

Ia, baju-baju yang bergantungan di tiup angin
juga berseloroh
“terserah lo dah! Karena ini hidup lo! ”

Aku masih diam sejuta bahasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s