Sedikit Berharap, Mengudara

Posted: 7 March 2013 in Catatan Senja

Disadari atau tidak, entah tiba-tiba malam ini aku jadi kesulitan menulis. Entah tiba-tiba aku selalu banyak berfikir-fikir panjang untuk bercerita tentang sebuah kisah yang seharian mampir dalam kehidupanku.
Sebabnya apa aku kurang tahu. Apakah aku sudah tak semangat lagi menulis? Apakah aku terlalu sibuk hingga melupakan menulis? Atau aku terlalu sering menulis, tapi tak pernah membaca? Atau karena aku, entahlah. Pertanyaan-pertanyaan itu bisa jadi adalah suatu alasan, mengapa aku jarang menulis, dan sampai kesulitan menulis.

Oke, lupakan. Kamis ini, bisa jadi hari yang biasa tapi luar biasa. Kamis, hari paling sibuk untuk jadwal kuliah yang start dari jam 8.45 sampai 4 sore. Tanpa jeda, dalam kampus biru itu aku hampir bolak-balik naik turun untuk mengikuti mata kuliah yang hari Kamis ini terpadat.
Tak hanya itu, kami anak-anak satu kelas juga mendapati mata kuliah baru, juga dosen-dosen baru. Dosen Psikologi Umum misalnya, Pak Bambang yang logatnya agak ke Jogja an. Sesuai dengan mata kuliah yang ia ampu, pak Bambang ini memang bisa dinilai mampu memberi suasana perkuliahan lebih asik dari yang lain. Karakter baru yang kami temui, lucu. Gaya bicaranya menyampaikan materi seperti Raditya Dika dibalik panggung Stand Up Comedy. Kocak, rame, dan ucapan yang keluar benar-benar tak jarang membuat kami geli dan tertawa.
Satu karakteristik, perawakannya mirip sekali dengan Iwan Fals, penyanyi legendaris favoritku dan kakak-kakakku. Biar dosen, pakaiannya jeans dan selalu tampil muda. Duh duh, mengapa orang Psikologi banyak yang mengasyikkan?
Bisa dibilang, dosen baru kami ini asik lah pokoknya.

Ketemu lagi dengan ibu Sri Nani, pengampu mata kuliah Khazanah Sastra Nusantara. Dan, Pak Abdul rahman dosen bahasa Arab. Kesemuanya itu adalah wajah-wajah baru yang aku temui di depan papan dan kursi duduk kami ketika kuliah.🙂

Tapi itu bukan menjadi hal spesial yang hendak aku ceritakan. Yang diatas itu bagiku adalah kesan yang biasa. Nothing special. Nothing excited.

Tapi apa. Ketika pulang jawabnnya.

Sepulang dari kampus, aku pergi ke HOS, sekre SEF yang berkali-kali kukunjungi hampir setiap hari. Aku sebelumnya mendapat kabar via sms dari PR department bahwa waktu itu juga, jam 3, ada acara yang mereka adakan langsung yaitu Upgrading Announcer by Dian Swara FM.
Ini adalah kesempatan emas bagiku untuk mencoba sedikit belajar bagaimana menjadi seorang penyiar. Ini baru semacam simulasi dan pelatihan sederhana.
Langsung dipaparkan materi oleh Miss Diana dari Dian Swara FM, radio yang sudah mengudara terkenal di seantero Purwokerto. Pertama sedikit materi tentang bagaimana menjadi penyiar yang baik, disini mampu memposisikan dirinya sebagai seorang teman listeners mitra dian swara. Isinya menarik. Aku lumayan dapat menangkap ilmu soal dunia Announcing. Lalu setelah materi, ada session simulasi. Dimana praktik langsung dalam sebuah tape recorder.
Barangkali ini akan menjadi bagian pertama dalam hidupku ketika bu Diana memberikan komentar baik tentang suaraku,
“enak didengar!”

dan seleksi selanjutnya adalah, besok jam 1 sehabis jumatan.🙂 semoga aku lolos amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s