Elegi Kampus

Posted: 8 March 2013 in Puisi

1301024739208606465
Sedetik barangkali berkabut saja

seperti angin yang melesat di ketiak kaca jendela

menerobos masuk hingga ke pintu akademika

Khazanah di depan baling-baling kepala

siap untuk kubaringkan

diatas setumpuk kerangka opini

masihkah butuh deskripsi atau narasi?

Tentang kami yang selalu

duduk sendiri demi sendiri

berhadapan dengan sang intelektor muka bumi

setiap pagi, siang, bahkan petang

ada satu asa dan mimpi

yang masih memburu

melesat di lekukan sepatu pantopelku

seolah mengintip apa yang aku lakukan di pagi ini

dunia begitu indah bagi mereka

yang bisa tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s