Sepulang Kampus

Posted: 15 March 2013 in Puisi

ilustrasi-_110615160647-771
Adakalanya, pertigaan jalan yang melengkung itu

menjadi pijakan bara baja, pertama

sesaat sebelumnya,
rumah barakah itu menjadi tempat pertamaku mengusap

sisa-sisa air bak mandi

lalu dengan segolong rempong

sempat terkikis diatas kardus lemari kayu

dalam sebuah bingkai-bingkai tawa, atau

dalam angin yang mengetuk memori di sebuah pagi

Lalu ya begitu

rodaku berputar-putar

bersetubuh dengan tanah
berperang melawan becek rumput basah

sisa-sisa hujan tadi malam, yang menghamburkan

kemeja-kemeja cinta, berwarna merah

lalu sejenak melupa

tanggal pada sebuah dinding berpoles kaligrafi masa

teringat,
kembali,

akan sebuah kucuran keringat pada mentari yang menyengat

sejenak membanjir

perdal masih berpacu

bersama jari-jari yang mengepal
pori-pori kembang kempis
keringat menetas di sebuah persimpangan jalan itu

namun
biar, biar saja
membanjiri api semangatku
sebelum hujan gugur membasahi buku-buku

Purwokerto, Usman Room – Sepulang Kuliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s