Hujan Yang Menjatuhkan Diri

Posted: 16 March 2013 in Catatan Senja

hujan
Musik belum juga berhenti, kala hujan itu luruh. Seketika “Bed of Clouds” pada menit pertama dimulai dengan intro dayu dari Guy Sebastian. Atau ini bukan lagi “It will Rain ” Bruno Mars, lagu favorit kamu beberapa tahun yang lalu. Benar kubilang, lagu itu seolah menjadi tirai akan rasa mu di senja ini. datang pula tiba-tiba dengan segala nada-nadanya yang menggigil. Aku tahu, hujan yang menjatuhkan diri tadi, bisa jadi sebagai pertanda kalau kamu yang masih di ujung penantian itu, bosan. Lalu dengan sedikit ragu, kamu membalikkan tirai jendela kamarmu. Kamu masih terdiam kala pelita di kamar redup tanpa salam.

Seharusnya, kamu jangan cuma terpaku kala mata biru mu itu melihat rintik-rintik hujan yang berjatuhan. Mengapa kau tak Sedikit saja membasahi raut wajah mu dengan lima butir air hujan, lalu usapkan di lingkaran mata mu yang biru itu, kelak kau akan merasakan,

betapa aku juga merindukanmu sebagaimana pecahan air hujan yang tadi luruh lalu ke-lima butirannya masuk kedalam lingkaran matamu.
Senja yang rinai, masih menanti bungkusan sapa yang belum sempat tessampaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s