Jalan Hujan

Posted: 20 March 2013 in Puisi

diantara hujan yang melambai jagad

ada satu rinai yang masih terseret awan

enggan menjatuhkan dirinya

pada bumi buta
atau pada atap genting rumah senda

barangkali hujan tadi, laksana puisimu

yang gemulai memaksa awan-awan, angin-angin di langit, atau
rumput-rumput yang mendayu hijau
untuk berdawai pada sayap halilintar

lalu aku masih teringat
akan jalan hujan
yang berkelok di pelupuk mata
ku, sendiri
sesaat berguyur an
debu-debu kalah riang bertebaran pada kulit senda, pada asap igau

semesta berdebar-debar
tetesan rinai menyelimuti tulip kelabu

sementara awan yang hilang itu
terlanjur terbang bersama debu

Purwokerto, Ketika hujan turun Maret – 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s