Ada Embun dalam Dompetku

Posted: 22 March 2013 in Puisi

 

Benang-benang masih terbang
pada langit awan
yang sebentar lagi berlagu mendung
lalu diri mengunyah ludah
karena satu segiempat lunak ini
berlumut

menunggu penantian
atau siraman
barangkali suntikan

diri bosan
mengapa tak kucelupkan saja pada
rinai yang menjatuhkan diri
dari genting pondok ini?

sementara detik satu dan dua
menari pada gelanggang kardus biru
lupus melembung
karena diri cuma

tumpah pandangan
pada Ktm terpajang di dompet usang

Purwokerto, Sajak Kamar Usman , Maret 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s