Gudang Puisi

Posted: 24 March 2013 in Puisi

Dengan apa kamu
bisa selingkuh dengan pagi?
membelai rambut awan?
atau berkencan dengan senja?

biar dunia mereka pecah
atau runtuh ditindih kawah langit
aku yakini diri
semesta mendukungku
karena mereka,
lah semua terjamah
dalam gubug ini,
gudang puisi.

Comments
  1. ojo ngono says:

    awan, dengan apa kita memanjangkan tangan
    pagi, sayangnya malamnya kita sudah mati
    langit, mungkinlah boleh kita bermimpi
    senja indah, siapa yang tahu
    dan pada hidup setelah mati
    kita yang tahu
    bahwa hanya Dia yang berhak sok tahu
    kita, wayang digenggaman sang dalang
    kita yang tahu
    karena Dia memberitahu

  2. Hahaha, muncul juga kau, qil??
    Aku tak rela jika kau baca puisi-puisi ku tanpa meninggalkan jejak komentar! Hahaha….

    Aku masih menatap daun yang perlahan membiru, qil
    berharap di tulip itu, tertulis manis kancah pacuan persahabatan kita yang sekarang mulai terpisah jarak dan waktu…
    Ibarat dua sepatu yang kukenakan, qil.,
    dekat, tapi … Berlawanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s