Swaraku dan Swaramu

Posted: 24 March 2013 in Puisi

Mungkin sekali lagi aku harus hati-hati

mengunyah suaramu,
yang gurih kudengar

membuat aku menggubah diri
bergulung dengan sembilan lembar puisi

terpaut mereka
mendengar swaraku,dan swaramu,
beradu
melaju di negeri angin
melesat hingga ke beranda rumah-rumah kita

Lalu satu lagu mendayu
sayup-sayup terdengar indah
saat itu pula,
orang-orang disekitar kita,
terbius,
lalu tersenyum atau
bergelagak kagum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s