Kata Cermin, dan Orang-orang di Sekelilingku

Posted: 25 March 2013 in Catatan Senja

Aku masih mematut diri di hadapan cermin. Guratan mukaku terlukis langsung pada benda datar itu. Nyaris pantulan sempurna. Tak ada satupun barang-barang kosmetik yang berjajar di ruang rias. Tanpa lipstik, kapas, bedak, pewangi, parfum prancis, pelembab, apapun. Tak ada. Kecuali hanyalah sebutir permen rasa cokelat dan secangkir kopi pahit di meja rias tua itu.

“Asih, ada tamu!”
itu barangkali suara Emak. Aku yakin, sumbernya langsung dari tempat yang kuhapal. Begitu terdengar sengar di kuping.
“Siapa, mak?”

bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s