Angin dan Cermin

Posted: 26 March 2013 in Catatan Senja

“Hap!”
suara itu mungkin sejenak yang kurindu. Bagaimana tidak? Bayang-bayang senja masih retak terbawa kabut jingga. Sebagaimana diriku yang termangu, tiarap, gontai, atau aku yang sesekali mendongak menatap pohon bersuara sengau itu.
Tidak melamun. Pikirku masih bergulat bersama awan-awan hitam yang merombak di ujung dahi. Ah, iya. Barangkali aku sendiri tengah memikirkan aku sendiri.
Tentang seseorang yang gemar menusuk-nusuk sunyi malam dengan sajak dari negeri angin.
Atau mungkin tentang kamu, yang berkali-kali mampir dalam rinai mimpiku semalaman, yang mereka bilang itu bunga mimpi.
Tapi bisa saja keliru, ini semua tentang aku.
Bukan tentang kamu.
Atau tentang bait yang tak pernah usai kupintal. Tidak.

Bisa saja ini tentang senja, yang mengingatkan aku. Pada sosok diri yang terpantul merah redup, di balik cermin itu. Refleksi yang sempurna. Dari pantulan itu, aku jadi tahu
“ANGIN TAK AKAN PERNAH BERANI MASUK KE DALAM CERMIN ITU!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s