One Step Closer

Posted: 1 April 2013 in Catatan Senja

langkah-dalam-kehidupan

Suaraku terdengar serak-serak banjir senja ini. Senja setelah magrib.
Dan aku sendiri tentulah orang yang paling tahu sebab mengapa begini. Tak lain dan tak bukan adalah karena mulut dan tenggorokan ini habis kukerahkan untuk berpacu merapal ayat-ayat Tuhan di Juz 30 dari “Wallail” hingga “Amma Yatasaalun”. Tak sendirian. tentu saja bersama kawan-kawan santri senasib seperjuangan.

Ini sudah menjadi pemandangan yang rutin di kala senja. Ketika kumandan magrib memecah sunyi kampung Pabuaran, sesaat sebelum itu selalu ada nada wajib yang memekak, adalah alarm “kentongan” yang dipukul langsung oleh Abah kyai. Lalu juga skandal seluruh lampu kamar dimatikan membuat segenap penjuru Al Amien gelap, seketika itu pula, sedetik kemudian seluruh santri berhamburan pergi ke masjid. Aha, kami semua sudah hapal dengan pemandangan dan nuansa yang seperti itu. Tak asing lagi.

Lanjut setelah sholat Magrib berjamaah, pertunjukan dimulai. “lalaran” surat Juz Amma langsung di hadapan beliau, duduk manis, bersila pada sebuah bangku panjang, tempat kami “setoran”.

Ah, kali ini aku mulai pede setor paling awal. Tak ada lagi jantung berdebar-debar, tak ada lagi khawatir bacaan salah-salah, nah intinya sudah mulai berani aku menjadi peserta pertama yang duduk bersila di depan beliau. Lalu memulai setoran ayat demi ayat. Heran saja, aku sudah merasakan enjoy yang luar biasa.

Berbeda dengan kenangan dulu kali pertama aku disini. Sudah aku malas membahasnya lagi perihal skandal jatuh di lobang gara-gara lari dari setoran. Hha, kenangan lucu paling aneh yang kudapat di pondok ini.

Seperti senja tadi misalnya. Aku sudah berpuluh kali setoran “Annazi’at” sampai mulut ini luluh. Hingga tadi Abah pun kelihatan bosan lalu berkata,
“dari kemarin surat nya itu-itu terus! Besok ganti depannya!”

Nah, Abah Kyai sudah ngendiko begitu. Ini artinya, langkahku memang tinggal satu step lagi untuk sampai pada finish, Setoran QS. An Naba sebagai surat puncak hafalan kami.

Ah, sampai juga akhirnya aku pada posisi dimana aku mulai mencapai goal.
Bismillah saja, semoga lekas khatam dan bisa berbaur dengan mereka yang berbaris di deretan yang baca Alquran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s