Dapet Tugas Khitobah, Lho Kok Kabur?

Posted: 6 April 2013 in Suara Al Amien

Kali ini GBT memberanikan diri nih menjajal topik yang sedikit meng-ekspose Seputar Al Amien trecinta. Kami memasukkan kategori ini dalam Seputar kita (AL-AMIEN Inside) ya, karena kalo diteliti lebih dalam, ternyata banyak juga lho hal-hal unik yang ada di pondok kita ini. Hehey

penasaran? Wah, kayaknya pembaca udah mulai meraba-raba nih dari judul diatas. Terdengar begitu “wow” and nusuk banget ya? O, tidak. Realistis saja, kita tidak mengupas ini secara tajam setajam golok kok, malah setajam kapuk yang terjun ke tanah *eh, apa hubungane yak?

Yep, belakangan, pengurus PnK putra ditimpa kegalauan. Cukup banyak sebenarnya program yang dijalankan dan diimplementasikan. Mulai dari mading yang terbit sebulan sekali *walau kadang telat*, nonton film bareng, lalu yang paling hot adalah acara latihan Khitobah dalam waktu seminggu sekali. Semua terlaksana sih, tapi apa ya yang terjadi didalamnya?
Hmmm… Nano-nano!
Mulai mading yang krisis pengirim nya, lalu ini, Khitobah!
Sudah sering kan ikut acara Khitobah? Sudah pernah kebagian tugas, mbok?

Ini merupakan fenomena menarik dan menggelikan, tapi ya cukup gimana gitu ya kalo dibahas. Hehe. Tak apa. Intinya ini sebagai cerminan belajar kita ke depan untuk mulai maju dan responsif dalam tanggungjawab. Saat dipercaya menjadi petugas Khitobah misalnya, kenyataan yang terjadi adalah minimnya partisipasi petugas dalam suksesi acara tersebut. Malah, memilih jalan keluar paling praktis dan WOW, yakni kabur dengan cara pulang kampung, pura-pura pergi ada urusan dan macam-macam.
Dimana letak tanggung jawabnya ya?

Wah, ini perlu diperbaiki manajemen leadership nya nih kayaknya.

Padahal, latihan Khitobah ini sebenarnya bermanfaat banget lho buat melatih Public Speaking kita. Biar kita nggak gerogi kalo ngomong di panggung. Bukan latihan menjadi da’i, bukan. Ini itu ajang buat para santri biar nanti bisa SHOW UP ketika besok suatu saat terjun di masyarakat. Memang sih, ini bukan hal yang gampang. Tapi justru itu, bro…mumpung masih muda, semangatnya masih berapi-api. Saatnya mengasah kemampuan kita untuk hal-hal yang positif. Okesip?

Gimana solusinya?

Karena sudah dipercaya jadi petugas, alangkah lebih baiknya jika kita menerimanya dengan lapang dada . Persiapkan diri dengan menyiapkan materi secara matang biar gak gerogi kalo ngomong di depan. Kalo memang hendak izin, “nembung” saja secara baik-baik jauh-jauh hari sebelum hari H. Biar pihak PnK bisa mencari pengganti yang lain asalkan Jangan kabur ya? Hehe

Tak apa. Yang lalu biarkanlah berlalu. Dan hari esok harus lebih baik, ya kawan. Ayo bangkit dan maju!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s