I want to Write Free!

Posted: 9 April 2013 in Catatan Senja

Aku sudah mengatakan pada angin, kalau aku ini tak bisa hidup tanpa menulis. Memang aku sendiri mengakui kalau tulisanku belum bisa memberi manfaat untuk orang lain. Tapi seenggaknya, bermanfaat untuk diriku sendiri. Anggap saja menulis adalah “talk-self”, proses dimana aku dan aku berbicara dan berbahasa dengan caraku, tak peduli orang lain membaca atau mendengarnya.

Atau aku yang barangkali masih menganggap menulis sebagai terapi stress, hal sudah berkali-kali aku tegaskan.

Sampai kapan aku hendak menulis untuk diriku sendiri? Sampai kapan saja atau sampai pada titik dimana aku kehabisan ide untuk melukiskan deskripsi diri yang tak dapat terkuliskan oleh pelukis ulung macam Affandi sekalipun.

Tapi satu hal saja, aku merasa belum bebas menulis. Terbatas. Mengingat waktu, tempat, juga media yang mengerti aku apa adanya. Paling tidak, aku memang butuh refleksi kesabaran tingkat nabi Ayyub. Oh, tidak! Aku bukan nabi! Jangan sebut aku lelaki yang memiliki jiwa penyabar setara nabi. Tak mungkin. Egosentris yang masih bergolak barangkali menjadi jawabn mengapa aku berkata demikian.

Jujur kukatakan, aku butuh kebebasan ini. Kebebasan berkarya. Apa pun situasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s