Are You F#ckin’ Busy Anyway? Yes, I am

Posted: 20 April 2013 in Catatan Senja

Sepertinya sudah terlalu sering aku bergumam pada diriku sendiri, gumam gumam yang kuanggap gila.
“aku capek! Stress! Aku ingin berhenti dari ini semua! It’s f*cking busy all the time!

I need my time to relax! Bullsh*t!”
aku kebanyakan ngurus orang lain! Kapan aku ngurus diriku sendiri!”

kejam. Sebuah kekesalan yang kadang sebisa mungkin tak kuumbar, tapi hanya kusimpan dalam hati.
tapi heran saja, aku benar-benar bisa memahami diriku sendiri yang sibuk itu. Bukan sok sibuk lagi, tapi kali ini aku baru bisa mengatakan kalau aku benar benar sibuk.

Inilah efek. Inilah dampak. Inilah semacam responsi yang kudapat setelah aku berkomitmen menjadi sosok organizer di SEF Unsoed, sebuah organisasi dengan basic bahasa Inggris terbesar di unsoed.

Sense nya sudah benar-benar terasa. Feel kesibukan yang terjadi sudah benar-benar merasuk. Dan kadang suatu ketika aku merasa ini sudah menjadi sebuah bagian dalam hidup keseharianku, sibuk dengan SEF.

Lihat saja kawan-kawan satu kamar Usmanku itu, mereka mafhum betul saat-saat kapan aku pulang malam. Dengan muka penuh keringat dan deru napas lelah. Nggak ada pertanyaan kamu habis darimana lagi?
Intinya mereka sudah mengerti kalo aku sering ada rapat, sering ada kegiatan, sering ada ini itu di HOS.

Apakah aku akan menyerah dengan kesibukan ini? No at all!
I still trying to learn from them!

Seenggaknya melalui organisasi tersibuk yang pernah kumasuki ini, aku bisa belajar menghargai pendapat orang lain. Belajar menjadi sosok bijak dalam berargumen. Belajar menyambung link sebanyak-banyaknya, belajar menghargai waktu, tanggungjawab! Leadership and all the thing!

Dan yang penting, disinilah rupanya aku mampu meng-eksplore skillku. Ambil saja hal kecil yang ternyata berarti, aku dinyatakan terpilih jadi Additional Journalist oleh Media Departmen, akhirnya mimpi menjadi seorang jurnalis benar tercapai. Lain hal, aku juga secara gembira terpilih sebagai Additional announcer oleh Departmen PR (Public Relation), menjadi seorang penyiar akan menjadi hal baru yang paling berkesan dalam sejarah hidup! Hingga salah seorang roommate ku, Ucok, ia benar-benar begitu antusias menunggu jatahku siaran di Dian Swara untuk acara SEF Indisc dengan percakapan bahasa inggris. How great!

Belum lagi, terpilih jadi MC IFDC 2013..semua benar-benar melatih diriku untuk menjadi sosok yang mempunyai skill. Sebagai staff Education Departmen yang begitu sarat hubungannya dengan “ngajar”, aku sebelumnya sama sekali tak pernah berharap untuk kesitu. Terlihat dalam seleksi Assisten of IRC. Dari ke-6 kandidat semua hanya aku yang gagal. Padahal aku sendiri dari Eduction, tapi sial sekali waktu itu aku benar-benar Knock -Out ketika di depan kelas dalam seleksi simulasi mengajar. Karena sebelumnya aku tak persiapan. Mau mundur tapi kurang enak saja sama koordinator yang benar-benar ingin melihat sejauh mana kemampuan ku dalam teaching. Karena memang segitulah.

Oke, itu dulu. Dulu aku boleh saja menyumpah diri untuk tak pernah menjadi seorang Instuctor, tapi sekarang tidak. Terlihat saat hari ini, satu jam yang lalu, aku mengikuti acara Instuctor Orientation Day. Dan disana, aku mendapat komentar yang bagus sekali dalam hal aku mengajar. Mulai inilah, Aku akan mencoba mendedikasikan diri sebagai sosok Educationist yang sebenarnya.

Thank you so much SEF. I have learning so much because of you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s