Mungkin Allah belum mengizinkan

Posted: 21 April 2013 in Catatan Senja

Seperti biasa, senja adalah saat-saat dimana kami merapal Juz Amma. Duduk di bangku kayu kecil, ambil posisi seperti tahiyat akhir, lalu Bertatap muka langsung dengan Abah. Sementara mulut merapal kalam-kalam Allah dalam surat-surat Juz Amma.

Lagi-lagi aku tak pernah bosan untuk ngomong sendiri perihal hafalanku yang sudah berumur lebih dari 6 bulan ini. Sampai sekarang, belum juga khatam. Diluar target ternyata.

Kadang aku hanya bisa memaki-maki diri. Kadang pula aku hanya bisa menganggap aku terlambat. Bodoh. Keterlaluan. Gagal. Atau apa. kenapa aku tak sehebat mereka? Dalam waktu sekejap bisa hafal ayat-ayat di juz 30 itu, lalu dalam sekejap pula abah berdehem dan mengizinkan mereka pindah ke Alquran dan ngaji tafsir Al-ibriz.

Mengapa aku tak juga segera berada di deretan mereka-mereka yang sudah khatam?
Mengapa aku masih menyimpan sedikit rasa takut ketika senja datang?

Aku sudah menyelesaikan tugas kewajiban setoranku juz 30 penuh. Nyaris sudah sekitar sebulan yang lalu aku khatam. Tapi begitu, abah belum juga mengizinkanku pindah alquran. Hingga kemarin aku malah disuruhnya mengulang mengulang dan terus mengulang dari Alllail Sampai Amma, dan sekarang aku masih dalam proses perjalanan.

Aku sadar saja. Barangkali Allah hanya belum mengizinkan. Barangkali Abah mengira bacaanku kurang fasih. Barangkali abah hendak terus menggali hafalanku agar tak lupa.

Besok aku mulai UTS, berharap semoga ini langkah awalku di semester 2, lebih baik dari kemarin. Amin.

Keep positive! Pasti BISA!
Talk Less, Learn More

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s