Tiga Tetes Air Mata Senja

Posted: 23 April 2013 in Catatan Senja

Senja itu waktu yang sudah beribu-ribu kali kulukiskan. Tak bosan-bosan. Bicara soal melukis senja akulah jagonya, dalam kata-kata. Tema senja membuatku semangat hingga kadang secara tak sengaja duduk manis merenungimya, 500 hingga 700 kata terangkai. Karena disitu, kekuatan senja bermuncukan. Karena disaat itu pula, kisah-kisah menampakkan diri pada arti sebuah aku yang jatuh bangun, pada aku yang moody, sandiwara, harapan, suci, cerita tolol, cemas, atau galau yang terus di “formalin” – sial! Virus galau di saat senja belum juga hengkang!- . Atau apalah tentang lika-liku bodoh yang masih kadang selalu menganggu tidur nyenyakku.

Dan senja ini, tiga tetes air mata tiba-tiba jatuh berderai dari mataku yang berkaca-kaca. Jarang sekali aku bersikap melaklonis seperti itu. Dan, ini adalah air mata ke-dua yang turun tanpa kusadari setelah peristiwa naas dihukum Abah beberapa saat yang lalu.

Aku menangis. Ini aneh. Dan kau tahu kenapa? Karena aku malu pada diriku sendiri yang juz amma sudah khatam tapi tak disuruhnya pindah Alquran oleh pak Kyai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s