Dawai Pagi Satu Mei

Posted: 1 May 2013 in Puisi

Cepatlah besar matahariku
Bersinarlah pada selipan pelupuk mataku,
pelupuk mata orang-orang yang lalu lalang
menelanjangi waktu satu persatu
detik per detik

lelehan embun tetaplah menuliskan nasib pagi
yang berbaur-baur menjadi fatamorgana
atau fenomena
seperti halo yang lama
tak ku jumpa

aduh, jerit sakit masih terus melulung
hingga kemarin senja
entah hari ini mungkin tak
atas nama kehidupan yang kalau

Sudah. Aku ketinggalan bus.
Harus bergegas mangkat lewat jalan surga

Comments
  1. aqil says:

    cepatlah besar matahariku
    menengis yang keras janganlah ragu
    tinjulah congkaknya dunia matahariku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s