Abnormal

Posted: 8 May 2013 in Catatan Senja

Kamu tahu? Aku tengah berada di lantai 2 pagi ini. Pagi yang terlalu damai bagi hati yang tengah dirundung debu-debu kesalahan. Pagi hari dan embun jadi saksi akan perasaanku saat ini. Juga, riang kokok ayam yang siap bertarung melawan kejamnya hidup, kincir air dengan riak-riak air yang menyejukkan mata, kakek tua yang menyapu beranda rumah, juga satu hal yang selalu merinding dibuatnya adalah sentuhan ayat-ayat pagi dari Abah. Celakalah aku, santri badung yang tak berada disana pagi ini. Dan mungkin juga pagi kemarin dan kemarinnya lagi.

Kesalahan ini terulang lagi. Kondisi semakin kacau dan carut marut. Dan Mungkin benar. Adakalanya aku butuh sejenak waktu untuk memejamkan mata. Membayangkan sesuatu yang indah-indah, melupakan semut-semut yang berlari-lari di lorong-lorong telinga yang kosong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s