Kabut Merekah Pagi Hari

Posted: 8 May 2013 in Catatan Senja

Rasanya, sukar sekali melampiaskan emosi diri yang sekarang tengah bergolak di batin ini.

Hari masih pagi, tapi selalu saja begini. Merasa hina karena ultimatum-ultimatum yang tak henti menjadi misteri

Hendak kulukis lewat apa? Lewat puisi? Lewat sentuhan pagi dengan jutaan igau menakutkan?

Aku lelah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s