Ratap Pagi

Posted: 14 May 2013 in Puisi

Ada yang lain pagi ini.
Aku tak melihat pelangi pagi yang biasanya berbaris rapih di langit-langit kamarku.
Aku tak melihat bulir embun yang bergoyang pada ranting basah dan kelopak bunga tulip di beranda rumah.
Aku tak juga mendengar sajak-sajak pagi yang dinyanyikan Annelis melewati celah-celah angin.
Kemana perginya cahaya?
Jika diri termakan gelap dan kekosongan.
Tuhan, cukupkanlah gelap ini.
Aku masih ingin sekali melihat sinar mentari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s