Mr. Lost It All

Posted: 16 May 2013 in Catatan Senja
Tags: , , , ,

http://jenkrisk.files.wordpress.com/2012/05/hilang.jpg

Judul tulisan ini hanyalah plesetan sederhana yang berasal dari lagu Kelly Clarkson, Mr. Know It All. Entah, judul tulisan yang ada diatas itu nyambung atau tidak aku kurang tahu. Ah, urusan nyambung atau tidak belakangan, intinya aku hanya sedikit mencoba menggabungkan perisitiwa naasku dengan sifat yang sepertinya memang perlu dirombak.

Well, aku kesiangan lagi hari ini. Dan aku tidak kuliah untuk mata kuliah Psikologi Umum. Sebagaimana kemarin, selalu saja setelah bangun aku seperti merasa tertimbun jutaan ton batu besi. Pusing sekali. Dan kamu tahu kenapa? Cuma gara-gara masalah sepele. Aku terlalu begitu banyak memikirkan hal-hal yang tak sepatutnya aku pikirkan. Entahlah, aku harus memikirkan ini atau tidak? Kalau kenyataan pahit yang terjadi ini hanyalah mimpi belaka, lalu ada apa gerangan jika kejadian ini menuntun aku pada kegilaan?

Sudah empat hari aku tak menemukan kabar tentang sepeda Polygon Biru milik Mas Mustofa, yang hampir saja akan menjadi milikku karena hendak kubeli. Namun Tuhan berkata lain, sepertinya Dia tengah mengujiku lewat kedatangan si Firman di pondok ini, bocah badung kelas kakap yang tak pernah aku mengerti jalan hidupnya.

Semua berawal dari Jumat lalu. Hari dimana aku berangkat menjadi panitia IFDC di Sumardjito. Sebelum berangkat jelas-jelas aku menaruh sepeda itu di area pondok. Sengaja tanpa kukunci.
Empat hari sudah aku tak pulang ke asrama. Karena memang selama menjadi panitia adalah hari-hari melelahkan yang tidak memungkinkan aku kembali ke asrama. Selama prosesi menjadi panitia IFDC, aku menginap di kosan kawan dekatku di sekitar grendeng.

Selama IFDC, Aku sama sekali tak memikirkan nasib sepedaku di pondok. Hingga setelah acara selesai dan aku kembali ke pondok pada hari Senin, aku dikejutkan kenyataan bahwa sepedaku dengar-dengar hilang.

“Ha? Jadi sepeda biru itu tidak kamu bawa ke kampus?” salah seorang kawan asramaku bertanya dengan raut serius.
“tidak! Aku tidak membawa sepeda. Waktu berangkat IFDC aku diantar si Farih. Lalu kenapa?”

rupanya mereka mengira kalau akulah yang membawa sepeda selama IFDC. Padahal tidak demikian.

“waduh! Kamu harus siap dengan kenyataan pahit, fan. Besar kemungkinan sepeda kamu hilang!” katanya melotot.
Aku cemas bukan main.

“dan kamu tahu, belakangan ini di pondok ini sudah tiga orang yang melapokan sepeda hilang! Dan kamu adalah orang ke-empat!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s