Well, You Are My Friend!

Posted: 23 May 2013 in Catatan Senja
Tags: ,

Aku sendiri sebenarnya takut terlena dengan ini: hidup yang bukan hidupku, Dunia yang bukan duniaku, mawar yang bukan mawarku yang tiba-tiba dengan berani aku petik tanpa izin. Kelopak marah memerah, dan aku hanya bisa terbang saat awan-awan putih menjemputku untuk kabur. Kemudian aku diajaknya melihat-lihat langit, samudera biru, mercusuar indah, dan taman-taman kota. Dunia seisinya!

Bagiku, itu terlalu indah. Dan kamu tahu, itu juga terlalu dahsyat untuk membawaku terbang bebas berbuat apapun yang aku mau. Disisi lain, ragaku yang putih tak jarang memburuku, mengusik. tapi sekali lagi, Hal terindah dalam hidup ini adalah… Sahabat.

***

Rumput tetangga selalu saja lebih hijau. Mungkin itulah secara ujaran kasar yang aku kait-kaitkan dengan persoalan ini. Tidak! Ini bukan persoalan yang serius sebenarnya. Bisa jadi, ini adalah jalan hidup, yang dengan sederhana tengah aku pelajari.

Aku tengah di kamar Kosan kawanku saat ini, kosan Farik. Dan kamu tahu apa yang sedang aku lakukan disini? BEBAS!

Ya, aku bebas melakukan apa saja di kamar Kosan ukuran 3×3 meter ini, tapi perlu dicatat dalam tanda kutip disni bukan Bebas yang macam-macam. Well, walau kamar ini sedikit ciut tapi tak jadi soal jika ditempati dua-atau tiga orang, standar kamar kosan.

aku sendirian disini. Loh? Memangnya penghuni kamar ini sedang kemana? Kemana Farik? Kemana juga taufan yang biasanya cekikian bareng di kamar ini? Aku tak tahu jelasnya. Yang jelas, saat ini Farik sedang pulang kampung, aku yang mengantarkannya kemarin. Subuh-subuh sekali saat aku tidur di kamar ini, dia membangunkanku minta diantar ke terminal, hendak pulang kampong karena sakit. Dan semalam, syukur sekali saat aku hendak menjenguknya rupanya sudah ia dibawa ke UHC oleh Taufan, sahabatku yang tak juga kalah baik.

Aku dan Taufan, barangkali dua orang yang sering sekali sekali sliwar-sliwer masuk kamar ini. Buat Taufan, untuk menjelajah kamar ini memang tak ribet, tiga empat langkah sampai. Beda sekali denganku yang jaraknya cukup jauh. Duh, kalau dipikir-pikir ada untungnya berkawan dengan kawan-kawanku ini. Mereka baik sekali. Entah karena saking begitu akrabnya atau apa . Farik tak pernah melarang kami ini itu di kamar ini, seolah kami diberikan banyak kebebasan untuk bermain ke kosannya. Sesuka hati. Dan disini, kami bisa bermain Internetan sepuasnya. Bagaimana tidak? Kreatif sekali si Faik ini. Entah dapat ilmu darimana, dia mampu menghimpun sinyal hotspot dari kampus Fakultas Ekonomi menuju kamar Kosannya. Luar biasa! Dan well, bisa jadi ini factor yang membuat mengapa aku jadi betah disini. : puas download lagu kesukaan, film, facebook, main gitar sepuasnya, atau berbagi canda di kamar kecil sembari mengepul-ngepulkan asap rokok dalam riuh tawa.

Pertama kali, Aku kenal kawanku mahasiswa Jurusan Perairan Kelautan ini di SEF, UKM Bahasa Inggris paling panas di Unsoed. Saat itu Farik dengan logat Medhok nya sedikit berbincang-bincang soal apa tujuannya masuk di UKM ini. Rupanya dia asli Cilacap. Aku juga masih ingat dengannya yang umurnya setahun lebih tua dariku, dia sangat tertarik di Media Departmen, karena itulah ia masuk di SEF.

“aku ingin jadi jurnalis dan desainer” ,

Dan rupanya komitmen dan visinya tak jauh beda denganku, ingin jadi jurnalis dan desainer. Akhirnya akrablah kami menjalani masa-masa magang. Karena minat kami sama, di Media, akhrinya prosesi Internship kami satu kelompok. Disana pun sama-sama capek mendapat job-job yang bejibun. Rupanya, persahabatan kami masih tetap terjalin sampai sekarang. Sampai aku menemukan titik saling mengerti satu sama lain. Solid, peduli, dan tentu saja kadang dijumpai luput yang kecil-kecil, tak sampai meledak. ambil saja simpelnya, bukti saling percaya kami, aku berkali-kali dipinjaminya motor untuk bolak-balik ke kampus, atau aku yang sudah tak jarang masuk kamar, otak atik laptopnya, bebas tidur di kosannya kapan pun aku mau. dan temanku yang satu ini, Welcome sekali.

Ada 3 jenis tipe teman: mereka yang seperti makanan, tanpanya kamu tidak dapat hidup; mereka yang seperti obat, yang kadang kala kamu butuhkan; dan mereka yang seperti penyakit, yang tidak pernah kamu inginkan.

dan sepertinya aku menganggap mereka kawan-kawanku itu dengan tipe yang pertama. aku suka dengan tipikal kawan yang seperti ini.

Well, this is Friends!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s