Cerita Seonggok Abu

Posted: 26 May 2013 in Catatan Senja

RetakanKata

Cerpen Octaviana Dina

“Begitulah awalnya, saya mencuri sandal. Sepasang sandal pria yang bagus dan kokoh bentuknya. Saya tak tahu nomor berapa ukurannya. Barangkali empat puluh dua. Saya tak sempat mengeceknya karena terburu-buru. Dan karena terburu-buru, saya jatuh tersandung,” ujarnya mengawali kisah di tengah dingin udara malam. Malam yang tak seperti biasanya.

“Sandal itu terlalu besar untuk kaki saya. Tapi saya tak punya pilihan lain kecuali memakainya. Saya tak membawa kantong, apalagi tas untuk menyimpan sandal itu. Saat itu saya hanya bertindak cepat menuruti kata hati saya. ‘Tanggalkan sandal bututmu, dan pakai sandal kulit itu’, begitu perintahnya. Lantas saya pun berbuat demikian.”

“Lalu apa yang terjadi selanjutnya?” tanya sosok lain yang berdiri bersandar pada sebuah tiang beton. Seorang lelaki muda berumur sekitar  tujuh belas tahun. Berkulit terang dengan wajah bagai pahatan tangan seniman jenius. Sempurna dan menyenangkan mata.

Sosok yang ditanya, seorang pria paruh baya bertubuh pendek dan kurus, kembali bersuara…

View original post 1,020 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s