Senja dalam Balutan Dilemma

Posted: 27 May 2013 in Catatan Senja

Aku sudah berkali-kali bersajak tentang senja, tentang ini semua. Aku juga sudah beratus-ratus kali menyebut kisah-kisih yang membuatku kecil, Aku sudah tak terhitung mencaci-maki senja membuatku terus meratap, merenung, dan sering kali berakhir dengan mata berkaca-kaca. Dan kau tahu? Aku bosan! Sungguh bosan!

Aku bosan dengan peperangan ini!
Aku bosan memaki diriku sendiri!
Aku bosan menyimpan rasa iri dengki yang tak sepatutnya ada!
Aku, satu permintaan saja,
ingin cepat-cepat selesai bersalaman dengan senja. Itu saja.

***

Senja ini, masih kukatakan seperti biasa. Bada sholat magrib berjamaah dan wirid, para santri segera bersiap-siap. Setelah sebentar, senyap, satu persatu dari mereka maju. Berbaris didepan bangku kayu kecil. Lalu tepat didepan mihrab, Abah Kyai duduk bersandar pilar yang menjadi tempat imam.

Dalam kerumunan itu ada deretan yang terbagi dua, deretan yang pertama adalah mereka yang menenteng alquran, juga kitab tafsir Al-IBRIZ yang sudah tersisip dalam alquran mereka masing-masing. Dan yang deretan kedua, dalam masjid besar itu adalah mereka yang hanya berpegangan kitab juz Amma, merapalnya, lalu sekejap-sekejap membolak-balik lembar demi lembar karena lupa.

Dan kamu tahu, simplenya aku adalah salah seorang yang berada di deretan mereka yang merapal Juz Amma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s