Posted: 5 June 2013 in Catatan Senja

Aku tengah di kelas detik ini, kampus Sastra. Pak dosen Bahasa Cina belum datang, seisi ruangan gaduh. Sementara aku memilih mematung diri, tenang, fokus, jari-jari tangan bergiliran menyatu bersama keypad handphone java angkatan 2008 ku. Di aroma kelas yang gaduh ini, kusempatkan diri Menulis, nge-blog, demi menumpahkan kecamuk yang tiada henti di mengusik.

***

Resahku kian kikis, ketika tahu ini semua barangkali suratan fatamorgana. Bias yang aku sendiri kurang tahu kemana arah pantulnya. Misterius, atau mungkin sedikit susah untuk diraba.

Dan kali ini aku masih saja bersahabat dengan ketidakpastian. Dalam diri mencoba sekuat hati merebut kesempatan. Pun dikata, rupanya lama-lama aku kian diuji dengan level yang lebih tinggi.

Kesempatan itu invisible, blur, unsur realis sepertinya samar-samar. Ketika aku mendekatinya, ia menjauh. Bila diri sekuat hati bermaksud menjauhinya untuk sementara, tiba-tiba ia mendekat.

Unpredictable!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s