Tentang April : Sebuah Doa

Posted: 19 April 2014 in Catatan Senja, Cerpen, Puisi

waktu dan tempat mustajab untuk berdoaAku tak hendak bicara apa-apa di April ini. Aku bahkan lebih memilih untuk diam dan bungkam. Sementara senja, kata yang sudah jutaan kali kusebut ini, justru semakin membawaku pada arus yang tak mampu lagi mengukir harapan. Dan pertanyaan paling melelahkan untuk kujawab adalah, kenapa harus April?

Kembali, Aku hanya akan tersangkut dan mati. Manakala itu terjadi, otomatis sudah jika dan hanya jika semua kutipan itu hangus. Buronan malam, hanya aku sendirilah yang akan terus berkabut dan terapung.

Allah kariim, izinkan mulut dan batin kotorku ini mengadu kepadaMU.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أََحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ 

– رواه الترمذي –

 

Allâhumma innî as`aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal amalal ladzî yuballighunî hubbaka. Allahumaj ‘al hubbaka ahabba ilayya min nafsî wa ahlî wa minal mâ’il bârid (HR. At-Tirmidzi – 3412)

 

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus).” (HR. At-Tirmidzi – 3412)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s