Thank You, September

Posted: 9 September 2014 in Catatan Senja, My Journey

Rifan Yusuf at Gunung Prau

Terlalu banyak catatan yang kuremas habis-habis. Barangkali karena terlalu merah, atau mungkin karena memang membuat mata lelah. Jika jejak yang berlalu itu terhempas oleh debur waktu, maka aku pasti orang yang pertama melebur semua itu. Perlahan tapi pasti, membunuh detik yang tak sempat kukupas lagi.

Aku masih menyimpan banyak obrolan dan kasak-kusuk tentang aku semalam, atau tentang aku kemarin. Sementara ngerumpi bersama segelas kopi bersama sahabat sejati bisa jadi hal terasik, sampai aku lupa diri, kalau aku teramat nista bicara dustaku sendiri. Jadi aku mungkin ingin menggunting saja solatip, lalu meregangkan mulut agar terkunci.

Thank’s God. Aku sudah banyak terdoktrin dari kejadian itu. Manakala aku beramai-ramai foto selfie, manakala aku beradu argumen dimalam hari, manakala aku sesak melihat kanan kiriku menangis, hingga lalu nekat berbagi imaji yang membuat orang lain iri. Teramat klasik, mungkin itu tak lebih dari sekedar kutukan bahwa September menjadi alasan mengapa aku harus kembali bangkit lagi. Kamu, iya kamu!

Thank you, Allah. Keringat itu mungkin tak berkucur sebanyak aku tahun lalu. Kebocoran sana sini menjadi bulir-bulir hidup yang bisa kuinstall untuk kembali berjalan atas sejuta pilihan.

Aku ingin memutar lagu, “September Ceria!” agar tetangga dekatku ikut bernyanyi. Karena aku belajar jutaan arti hidup di September ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s